Diberitakan Pasca Ditangkap BNN, Satu Orang Warga Parapat Aniaya Wartawan

0
50

Simalungun, MetroGlobal24.Com – Buntut pemberitaan terkait penangkapan sekelompok warga pemakai Narkoba oleh Badan Narkotika Nasional/BNN Kabupaten Simalungun. Seorang warga, Samsudin Silalahi melakukan penganiayaan terhadap wartawan Sumutpos.Id di depan pintu masuk Mess Conferensi Hall, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Selasa (25 April 2023).

Akibat penganiayaan itu, korban Harianto Doloksaribu mengalami memar di bagian pipi sebelah kiri & Kepala merasa pening. Dan akhirnya kasus penganiayaan pun dilaporkan ke Polsek Parapat. Dengan Surat Tanda Bukti Laporan/Pengaduan Nomor : STPL No.24/IV/2023/Simal-Parapat.

Korban saat buat laporan kepada petugas Juper menjelaskan, awalnya dirinya bersama seorang teman bernisial BS (saksi) sedang duduk duduk di depan rumah dinas Camat. Kebetulan kondisi jalan mau masuk ke Mess Conferensi Hall macet karena banyaknya parkir kendaraan menurunkan sewa.

Tiba-tiba pelaku berteriak dilokasi macet sambil berkata “Siapa yang mengelola parkir disini, Sini kau *Kon…,” kata pelaku kepada korban. Merasa tidak bersalah, dan tidak ada sangkut paut terkait kemacetan kendaraan, korban mendatangi pelaku sambil bertanya kenapa bang?

Kemudian pelaku kembali mengatakan, kalau macet disini kau (korban) harusnya kooperatif sambil melayangkan pukulan ke muka korban. Karena merasa tidak punya kesalahan, korban kemudian menjawab, kenapa abang kek gitu, apa urusanku soal macet.

Kembali pelaku melayangkan tinjunya ke muka korban sambil berkata, Kau itu target ku, karena kau naikkan di koran mu saya jadi kena tangkap pakai Narkoba di Kapal waktu itu, kata pelaku sambil menunjuk nunjuk jarinya ke muka korban berulang kali. Kemudian pertikaian itu dilerai oleh seorang teman wartawan media Indonesia Satu yang kebetulan saat itu dilokasi, dan sambil berjalan ditarik teman wartawan pelaku berkata “KAMU ITU TARGET KU” kata pelaku ditirukan korban.

Korban juga mengatakan, akibat penganiayaan itu pipinya sebelah kiri mengalami memar, bengkak, dan juga kepalanya menjadi menjadi terasa pening, serta mata terasa sakit dan kerap kali mengeluarkan air mata.

Bahkan wartawan Sumutpos.Id korban penganiayaan mengatakan hidupnya merasa terancam karena diteror dengan kata-kata pelaku ‘KAU ITU TARGET KU’.

“Saya meminta kepada pihak kepolisian agar secepatnya memproses laporan pengaduan penganiayaan saya, sebab nyawa saya merasa terancam dengan kata pelaku, disini pelaku sudah mengintimidasi kerja saya sebagai Jurnalis, mohon kepada Kepolisian agar secepatnya menangkap pelaku,” pinta korban.

Terkait terancamnya jiwa oknum wartawan Sumutpos.Id ini, Kapolsek Parapat AKP Jonni Silalahi hingga berita ini dimuat tak kunjung memberi tanggapan. Sementara, konfirmasi pesan singkat ke telepon seluler yang dilayangkan, apakah diduga pelaku sudah ditangkap atau belum. Terpantau terceklis dua.Rel